Jumat, 01 Juni 2012
SURAT KECEWAKU
Kau mengajariku arti setia dengan caramu
Yang hampir membunuh naluri egoku
Membawaku terbang ke langit yang tak berawan
Entah di mana itu ??
Bahasa kalbuku tercoret dengan pedihnya luka
Oleh nada-nada asing dari bibir yang kukira telah berdosa
Padaku….
Aku pilu dengan semua pintahmu…
Semakin kuat aku menahan asa bahwa kau tak baik untukku
Tapi taukah kau ! hati kecilku tak mengiyakan
Segalanya berakhir…berujung di kolom yang tak ada arah
Sadarkah kau ? hari ini kau goreskan luka yang begitu mendalam
Telah menyentuh jantung dan hatiku hampir membuatku
Tak berdaya…
Pikirkanlah bahwasanya, sering kuobati lukamu dikala kau
Sendiri…
Sepertinya aku harus banyak berdiam mengubur ini tanpa
Jejak juga tanpa ada sisa tentangmu…
Akan kukalahkan semua emosiku
Aku tak akan melupakan begitu saja wahai air mataku
Ketegaranku adalah bahasa tubuhku
Air mataku adalah ketegaranku
Kecewaku adalah kesetiannku……
CERITA BELUM BERAKHIR
Senja biru membisiki kesejukan
Aromanya terpancar selingi kekosonganku
Terpikat oleh sosok dalam jiwaku
Berselimut awan penuh bayangan hampa
Yang mendiami hati
Kurangkul kenangan-kenangan
Hadapi masa yang ketiada pastian
Ketika ukiran masa lalu
Melambung dalam naungan
Hampa hayalku
Untuk elegi esok yang akan dihadapi
Album cerita belum tertutup
Ataupun berakhir
Karena masa masih terus mengiyakan
Untuk dihadapi
Jiwa seolah menolak hari itu
namun kaki enggan untuk beranjak
tetap melangkah
membawakan benteng layar
ketika masa tua akan menghadiri…
KAU DIBALIK WAJAHMU
Aku tak pernah tau kapan kau akan cerita
Cerita-cerita tentang kau
Kau tawarkan senyum untuk jawaban
Aku tetap tak mengerti
kau menyuruhku untuk tak menerka-nerka tentangmu
namun itu membuatku semakin mengkerutkan kening
kau memang pandai membahasakan tubuhmu
bersikap tegas serta bijak selalu
yang membungkus kepedihan di dalam hatimu
seolah tertutupi rapat melalui kasihmu
kau tahu ???
sebenarnya engkau telah tahu banyak tentang kau
tanpa kau cerita, aku bisa tebak lewat rautmu
kau menutupinya dariku dan dariku kusembunyikan
darimu………
Apa itu Berita ??
Berita adalah laporan tercepat mengenai fakta atau ide terbaru yang benar, menarik dan atau penting bagi sebagian besar khalayak, melalui media berkala seperti surat kabar, radio, televisi,atau media on-line internet.
Secara singkat sebuah berita adalah sesuatu yang baru yang diketengahkan bagi khalayak pembaca atau pendengar. Dengan kata lain, news adalah apa yang surat kabar atau majalah cetak atauapa yang para penyiar beberkan.
Dari sekian definisi atau batasan tentang berita itu, pada prinsipnya ada beberapa unsur penting yang harus diperhatikan dari definisi tersebut. Yakni: Laporan kejadian atau peristiwa atau pendapat yang menarik dan penting disajikan secepat mungkin kepada khalayak luas.
Pada prinsipnya ada beberapa unsur penting yang harus diperhatikan dari definisi tersebut. Yakni:
1. Laporan
2. Kejadian/peristiwa/pendapat yang menarik dan penting
3. Disajikan secepat mungkin (terikat oleh waktu)
Dalam jurnalistik juga dikenal jenis berita menurut penyajiannya. Pertama, Straight News (sering juga disebut hard news), yakni laporan kejadian-kejadian terbaru yang mengandung unsur penting dan menarik, tanpa mengandung pendapat-pendapat penulis berita. Straight news harus ringkas, singkat dalam pelaporannya, namun tetap tidak mengabaikan kelengkapan data dan obyektivitas.
Kedua, Soft News (sering disebut juga feature), yakni berita-berita yang menyangkut kemanusiaan serta menarik banyak orang termasuk kisah-ksiah jenaka, lust (menyangkut nafsu birahi manusia), keanehan (oddity).
B. Nilai berita
Nilai berita adalah seperangkat kriteria untuk menilai apakah sebuah kejadian cukup penting untuk diliput. Ada sejumlah faktor yang membuat sebuah kejadian memiliki nilai berita. 7 di antaranya adalah:
1. Kedekatan (proximity). Ada dua hal tentang kedekatan. Pertama dekat secara fisik dan kedua, kedekatan secara emosional. Orang cenderung tertarik bila membaca berita yang peristiwa atau kejadiannya dekat dengan wilayahnya dan juga perasaan emosional berdasarkan ikatan tertentu.
2. Ketenaran (prominence). Orang terkenal memang sering menjadi berita. Seperti kata ungkapan Barat, Name makes news. Bintang film, sinetron, penyanyi, politisi ternama seringkali muncul di koran dan juga televisi.
3. Aktualitas (timeliness). Berita, khususnya straight news, haruslah berupa laporan kejadian yang baru-baru ini terjadi atau peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di masa depan.
4. Dampak (impact). Sebuah kejadian yang memiliki dampak pada masyarakat luas memiliki nilai berita yang tinggi. Semakin besar dampak tersebut bagi masyarakat, semakin tinggi pula nilai beritanya.
5. Keluarbiasaan (magnitude). Sebenarnya hampir sama dengan dampak, namun magnitude di sini menyangkut sejumlah orang besar, prestasi besar, kehancuran yang besar, kemenangan besar, dan segala sesuatu yang besar.
6. Konflik (conflict). Berita tentang adanya bentrokan, baik secara fisik maupun nonfisik, selalu menarik. Misalnya bentrokan antar manusia, manusia dengan binatang, antar kelompok, bangsa, etnik, agama, kepercayaan, perang dsb.
7. Keanehan (oddity). Sesuatu yang tidak lazim (unusual) mengundang perhatian orang di sekitarnya. Orang yang berdandan esktrentrik, orang yang bergaya hidup tidak umum, memiliki ukuran fisik yang beda dengan yang lain pada umumnya, dsb cenderung jadi berita yang bernilai tinggi.
Namun, Masri Sareb Putra dalam bukunya "Teknik Menulis Berita dan Feature", malah memberikan dua belas nilai berita dalam menulis berita (2006: 33). Dua belas hal tersebut di antaranya adalah:
1. sesuatu yang unik,
2. sesuatu yang luar biasa,
3. sesuatu yang langka,
4. sesuatu yang dialami/dilakukan/menimpa orang (tokoh) penting,
5. menyangkut keinginan publik,
6. yang tersembunyi,
7. sesuatu yang sulit untuk dimasuki,
8. sesuatu yang belum banyak/umum diketahui,
9. pemikiran dari tokoh penting,
10. komentar/ucapan dari tokoh penting,
11. kelakuan/kehidupan tokoh penting, dan
12. hal lain yang luar biasa.
Dalam kenyataannya, tidak semua nilai itu akan kita pakai dalam sebuah penulisan berita. Hal terpenting adalah adanya aktualitas dan pengedepanan objektivitas yang terlihat dalam isi tersebut.
C. Anatomi Berita dan Unsur-Unsur
Seperti tubuh kita, berita juga mempunyai bagian-bagian, di antaranya adalah sebagai berikut.
1. Judul atau kepala berita (headline).
2. Baris tanggal (dateline).
3. Teras berita (lead atau intro).
4. Tubuh berita (body).
a.Headline.
Biasa disebut judul. Sering juga dilengkapi dengan anak judul. Ia berguna untuk: (1) menolong pembaca agar segera mengetahui peristiwa yang akan diberitakan; (2) menonjolkan satu berita dengan dukungan teknik grafika.
b. Deadline.
Ada yang terdiri atas nama media massa, tempat kejadian dan tanggal kejadian. Ada pula yang terdiri atas nama media massa, tempat kejadian dan tanggal kejadian. Tujuannya adalah untuk menunjukkan tempat kejadian dan inisial media.
c. Lead.
Lazim disebut teras berita. Biasanya ditulis pada paragraph pertama sebuah berita. Ia merupakan unsur yang paling penting dari sebuah berita, yang menentukan apakah isi berita akan dibaca atau tidak. Ia merupakan sari pati sebuah berita, yang melukiskan seluruh berita secara singkat.
d. Body.
Atau tubuh berita. Isinya menceritakan peristiwa yang dilaporkan dengan bahasa yang singkat, padat, dan jelas. Dengan demikian body merupakan perkembangan berita.
Bagian-bagian di atas tersusun secara terpadu dalam sebuah berita. Susunan yang paling sering didengar ialah susunan piramida terbalik. Metode ini lebih menonjolkan inti berita saja. Atau dengan kata lain, lebih menekankan hal-hal yang umum dahulu baru ke hal yang khusus. Tujuannya adalah untuk memudahkan atau mempercepat pembaca dalam mengetahui apa yang diberitakan; juga untuk memudahkan para redaktur memotong bagian tidak/kurang penting yang terletak di bagian paling bawah dari tubuh berita (Budiman 2005) . Dengan selalu mengedepankan unsur-unsur yang berupa fakta di tiap bagiannya, terutama pada tubuh berita. Dengan senantiasa meminimalkan aspek nonfaktual yang pada kecenderuangan akan menjadi sebuah opini.
Untuk itu, sebuah berita harus memuat "fakta" yang di dalamnya terkandung unsur-unsur 5W + 1H. Hal ini senada dengan apa yang dimaksudkan oleh Lasswell, salah seorang pakar komunikasi (Masri Sareb 2006: 38).
1. Who - siapa yang terlibat di dalamnya?
2. What - apa yang terjadi di dalam suatu peristiwa?
3. WHERE - di mana terjadinya peristiwa itu?
4. Why - mengapa peristiwa itu terjadi?
5. When - kapan terjadinya?
6. How - bagaimana terjadinya?
Tidak hanya sebatas berita, bentuk jurnalistik lain, khususnya dalam media cetak, adalah berupa opini. Bentuk opini ini dapat berupa tajuk rencana (editorial), artikel opini atau kolom (column), pojok dan surat pembaca.
D. Sumber Berita
Hal penting lain yang dibutuhkan dalam sebuah proses jurnalistik adalah pada sumber berita. Ada beberapa petunjuk yang dapat membantu pengumpulan informasi, sebagaimana diungkapkan oleh Eugene J. Webb dan Jerry R. Salancik (Luwi Iswara 2005: 67) berikut ini.
1. Observasi langsung dan tidak langsung dari situasi berita.
2. Proses wawancara.
3. Pencarian atau penelitian bahan-bahan melalui dokumen publik.
4. Partisipasi dalam peristiwa.
Kiranya tulisan singkat tentang dasar-dasar jurnalistik di atas akan lebih membantu kita saat mengerjakan proses kreatif kita dalam penulisan jurnalistik.
E. Menulis Berita
Berita harus memenuhi kaidah 5W+H (What, Who, Where, When, Why plus How), yakni menuliskan hasil laporan atau pengamatan terhadap peristiwa atau pendapat yang menarik itu. Intinya, adalah menuliskan berita itu ke dalam artikel yang menarik.
1. Informasi. Informasi adalah batu-bata penyusun berita yang yang efektif.
2. Siginifikansi. Maksudnya, berita harus memiliki informasi penting; yakni memberi dampak pada pembaca. Misalnya, penulisnya mengingatkan pembaca kepada sesuatu yang mengancam kehidupan mereka.
3. Fokus.
4. Konteks. Tulisan yang efektif mampu meletakkan informasi pada perspektif yang tepat sehingga pembaca tahu dari mana kisah berawal dan ke mana mengalir, serta seberapa jauh dampaknya.
5. Wajah. Jurnalisme itu menyajikan gagasan dan peristiwa; tren sosial, penemuan ilmiah, opini hukum, perkembangan ekonomi, krisis internasional, tragedi kemanusiaan, dinamika agama. Tulisan yang disajikan itu berupaya mengenalkan pembaca kepada orang-orang yang menciptakan gagasan dan menggerakkan peristiwa. Atau menghadirkan orang-orang yang terpengaruh oleh gagasan dan peristiwa itu.
6. Lokasi/Tempat. Sobat muda, pembaca menyukai banget “sense of place”.
7. Suara. Tulisan akan mudah diingat jika mampu menciptakan ilusi bahwa seorang penulis tengah bertutur kepada seorang pembacanya.
8. Anekdot dan Kutipan. Anekdot adalah sebuah kepingan kisah singkat antara satu hingga lima alinea—“cerita dalam cerita”. Anekdot umumnya menggunakan seluruh teknik dasar penulisan fiksi; narasi, karakterisasi, dialog, suasana. Semua itu dibuat dengan tujuan untuk mengajak pembaca melihat cerita dalam detil visual yang kuat.
PENGARUH FUNGSI MEDIA MASSA TERHADAP PRIBADI
1. Psikologi
Berbicara tentang pengaruh fungsi media massa tentu memiliki dua dampak yang berbeda yakni berpengaruh postif dan berpengaruh negative. Dalam pembentukan karakter diri jika kita kaitkan dengan adanya media massa dalam kehidupan pribadi kita sangat berpengaruh. Yakni dapat merubah karakter kita atau termasuk bisa menjadi pembentuk karakter pribadi. Namun, adanya media massa seperti televise maupun radio dan lain sebagainya telah memberikan dampak perubahan yang drastis terhadap pribadi. Fungsi dari pada media massa ini telah mengubah karakter diri kita sendiri yakni yang dulunya kita belum tahu tentang internet dan lain-lainnya, kini kita semakin dekat dengan dunia. Bahwasanya kita mampu menggali informasi mengenai dunia melalui media massa itu sendiri. Melahirkan karakter baru untuk diri kita, yang awalnya masih kuno sekarang semakin banyak tahu. Dengan adanya kecanggihan alat elektronik pada saat ini. Namun tak selamnay perubahan itu berdampak baik bagi diri kita, namun ada pula dampak negatifnya, seperti kurangnya komunikasi secara langsung serta bisa berakibat fatal karena kita semakin tahu dengan dunia yang seharusnya kita belum tahu atau belum waktunya kita tahu. Namun, dengan adanya media mssa ini kita semakin jeli untuk mengetahui hal-hal yang kurang bermanfaat bagi kita sendri dan bahkan merugikan diri pribadi kita.
Agama
Mengenai agama pengaruh dari fungsi media massa ini juga memberikan dampak positif dan negative. Positifnya yakni, dengan fungsi media massa ini kita bisa mengetahui atau menggali dan mengkaji ilmu agama kita melalui media massa ini. Kita bisa menyaksikan ceramah agama meskipun tempanya berbeda dengan kita sekaligus. Bahkan kita juga mampu mengetahui perkembangan ajaran agama walaupun kita hanya duduk-duduk saja. Bukan hanya itu saja, ajaran-ajaran agama dengan mudahnya kita bisa mendengarnya dan menyaksikan secara langsung. Namun ketika kita menyalahgunakan fungsi media massa ini maka semuanya akan berdampak negative terhadap agama kita sendiri. Bahkan agama yang kita ajari selama ini justru akan hancur begitu saja oleh perkembangan zaman yakni adanya media massa yang semakin menggiurkan kita untuk tahu dengan hal-hal yang bahkan telah berpaling dari agama kita sendiri. Namun terlepas dari semua itu fungsi media massa cukup membantu kita dalam hal mengkaji agama kita sendiri asalkan kita jangan terlalu terpengaruh atau melebur dalam perubahan jaman ini.
Moral
Tidak dapat dinafikan lagi, media massa merupakan penyumbang utama kepada keruntuhan moral di kalangan kita. Program-program televisi khasnya, lebih mementingkan hiburan daripada pendidikan. Tayangan-tayangan filem Barat contohnya, telah menolak unsur-unsur ketimuran yang member pengaruh dalam jiwa masyarakat. Adegan-adegannya hanyalah sebagai pemanjaan mata bagi mereka. Jadi, apabila filem tersebut dipertontonkan, sudah tentu golongan remaja seperti kita akan engan mudah akan meniru stail dan aksi artis pujaannya. Kemudian wujudlah budaya ‘punk’, bertindik di telinga kiri bagi lelaki, seks bebas, dan lebih dahsyat lagi pembuangan bayi yang semakin berleluasa. Secara tidak langsung, ia mencetuskan kemelut jati diri bagi remaja yang sedang mencari identitas diri.
2. Orang Tua
Begitu besar progres perubahan pada media massa yang memiliki fungsi yang berpengaruh terhadap diri pribadi dengan orang tua. Pengaruhnya pun berdampak positif dan berdampak negative pula. Namun, fungsi media massa ini telah banyak membantu kita dalam melakukan sesuatu yang kita inginkan untuk memiliki hasil yang lebih maksimal. Begitu besar pengaruh dari pada fungsi media massa ini terhadap kehiduan. Orang tua khususnya, dari diri kita dalam hal percakapan pun memiliki perubahan yang baik dan kurang baik pula. Begitu pula dengan tingkah laku dan kedekatan kita kepada orang tua. Ada kalanya sikap yang kita berikan kepada mereka telah membuat mereka bangga terhadap kita karena kita mampu memberikan contoh yang baik kepada yang lainnya melalui cara interaksi kita sendiri. Pengaruh media massa ini pula, berdampak buruk terhaap hubungan kita dan orang tua. Kita juga bisa melakukan hal-hal yang kurang memuaskan mereka. Budaya barat yang kita tonton di televise telah memberikan pengarug yang negative kepada kita dalam menghargai kedua orang tua kita. Bahkan kita semakin kurang ajar pula kepada mereka karena kita merasa telah gaul dan tidak membutuhkan nasehat mereka lagi. Padahal semua itu justru telah merrusak citra kita di hadapan mereke.
3. Ekonomi
Berbicara tentang pengaruh fungsi media massa terhadap ekonomi dalam diri pribadi tentu memberikan dampak yang sama pula dengan yang lainnya, yakni berdampak positif dan berdampak negative pula. Positifnya adalah fungsi media massa ini banyak membantu kita dalam menjangkau segala urusan kita. Baik usrusan yang dekat maupun urusan yang sangat jauh dari tempat kita. Yang Dahulu, pada zaman manusia belum mencapai tahap pengetahuan yang tinggi, alat komunikasi dan perhubungan untuk menyampaikan saran kita tidak trcipta. dulu untuk menyampaikan pesan kepada seseorang pun hanya bisa melalui surat saja yang mana kadang jika pesan yang akan kita sampaikan jauh tentu surat tersebut akan lama pula sampainya. Namun, pada era teknologi kini, pesan–pesan dapat disampaikan dalam sekelip mata. Begitu besarnya pengaruh fungsi media massa terhadap perekonomian yang banyak membantu dan melancarkan segala sesuatu yang kita inginkan. Dengan adanya fungsi media massa ini kelancaran perekonomian juga semakin baik karena banyak memberikan bantuan untuk kelancaran perekonomian kita. Dengan adanya media massa ini pula telah memberikan perubahan terhadap perekonimian kita. Karena dengan perkembangan zaman kita semakin tergiur untuk melakukan perubahan pula. Maka dari itu, kita selalu berusaha untuk mengubah perekonimian kita.
4. Masyarakat
Gejala sosial dan kebejatan moral semakin gawat dan meningkat hari demi hari. Perkembangan fungsi media massa yang tidak terkawal dan maju pesat telah memberikan banyak pengaruh terhadap hubungan kita degan masyarakat. Tambahan pula, kini wujud pula satu saluran maklumat yang canggih dan sistematik yaitu Internet disusul pula dengan mencipatakan pusat kafe. Pusat kafe menjadi sarang kepada golongan belia untuk melihat bahan-bahan negatif dan melakukan hal-hal yang bersifat pornografi yang mempunyai bahan-bahan yang kurang pas dan unsur-unsur yang bertentangan dengan syariat Islam dan budaya masyarakat kita sendiri.
Pusat-pusat Internet menjadi tempat untuk para pelajar mencari segala informasi yang diinginkan. Kita sanggup berada di hadapan monitor komputer berjam-jam lamanya sehingga mengabaikan masa untuk sekolah hanya sekadar untuk mencari hiburan semata. Ini akan berakibat fatal dalam hal hubungan kita di dalam masyarakat. Kita sebagai penerus bangsa harus pintar-pintar mencarai informasi yang sanggup kita kaji dalam diri kita. Apalagi dalam hal melakukan interaksi social terhadap masyarakat. Fungsi media massa ini telah banyak merusak citra kita di kalangan masyarakat yang apabila kita sendiri terlalu terobsesi untuk mengikuti perubahan zaman.
Sebagai contoh majalah hiburan seperti Mangga dan Hai, ia memaparkan kehidupan seharian artis dan ada di antara gambar yang disiarkannya agak keterlaluan. Bagi mereka yang gemarkan media begitu akan menganggapnya sebagai hiburan biasa tetapi bagi golongan tertentu mereka melihatnya dari sudut yang berbeda dan menganggapnya sebagai keterlaluan serta lari dari budaya serta hukum agama sendiri.
5. Pendidikan
Media massa mempunyai fungsinya yang tersendiri biar apa pun penafsiran yang diberikan terhadap sesuatu media. Lazimnya setiap media tersebut mempunyai sasaran khalayaknya yang tersendiri dan oleh itu fungsi yang dimainkanya agak berbeda malah kadang kala ada yang melihatnya dari perspektif yang negatif. Secara umum, para sarjana komunikasi bersetuju bahawa media massa mempunyai empat peranan utama yaitu pemerhati, pentafsir, penghubung dan penghibur. Keempat-empat peranan ini boleh dilihat dengan jelas berdasarkan sasaran setiap media, apakah ia memberikan manfaat kepada khalayak. Begitupun setiap fungsi mempunyai kebaikan dan keburukannya yang tersendiri. Khalayak sewajarnya dapat menilai di antara baik dan buruk suatu media bagi memastikan mereka memperoleh maklumat yang sebenarnya.
Menyangkut pendidikan, fungsi media massa ini berdampak baik dan berdampak negative pula. Dengan adanya fungsi media massa kita banyak dibantu dalam hal mencari ilmu pengetahuan. Banyak memberikan informasi dan banyak pengetahuan yang kita dapatkan dari media massa ini. Bahkan informasi yang kita belum ketahui sebelumnya, namun dengan adanya media massa ini kita mampu mengetahuinya dengan cepat. Pengetahuan-pengetahuan yang kita dapatkan pula tidaklah ketinggalan jaman. Dari belahan dunia manapun kita sanggup mengetahui informasinya dengan adanya media massa ini. Jadi pengaruh fungsi media massa terhadap pendidikan bagi diri kita sangatlah baik bagi diri pribadi kita. Namun kita harus pintar-pintar dalam meneyesuaikan pengetahuan yang kita dapatkan dengan kondisi pribadi kita. Apakah itu baik atau malah sebaliknya justru merusak pribadi kiata.
6. Persaudaraan
Kaitannya dengan persaudaraan mengenai fungsi media massa memberikan pengaruh pula terhadap diri kita. Ada pengaruh positifnya dan ada juga pengaruh negatifnya. Fungsi media massa ini telah membantu kita dalam hal komunikasi dan interaksi terhadap sesama. Berbicara tentang komunikasi, antara kita dan hubungan persaudaraan akan semakin terjalin dengan baik apabila komunikasi kita berjalan lancar. Banyak juga membantu kita dalam hal berinteraksi dengan sesama khususnya hubungan kita dengan saudara kita sendiri. Apabila kita menyaksikan sinetro yang ada dala televise, tentu akan memberikan pengaruh baik buruk terhadap hubunban persaudaraan kita. Ketika menyaksikan adegan-adegan khususnya sinetron yang sekraang sedang menjamur di Indonesia justru selalunya berhubungan dengan harta kekayaan dalam hal perebutan harta serta permusuhan yang terjadi dalam keluarga itu justru akan meberikan pengaruh pula terhadap hubungan persaudaraan kita. Kita juga harus pintar-pintar menonton film atau sinetron sebagai konsumsi yang menghibur mata dan juga menghibur otak. Bukan justru sebaliknya yang akan merusak hubungan kekeluargaan kita sendiri. Kita tidak boleh mencontoi hal-hal negative yang ada di sinetron, namun kita harus mampu mengambil hikmah disetiap adegan tersebut. Yang kurang baik untuk kita, tidak usah kita contohi dan yang baik kita harus mencontohinya agar bisa mewujudkan hubungan yang baik pula dalam persaudaraan.
Hubungan yang kita bina dengan saudara tentunya harus kita jaga agar jangan rusak hanya karena masalah sepele. Ya, dengan adanya media massa ini tentu memberikan pengaruh yang berdampak pula terhadap diri pribadi dengan hubungan kekerabatan kita. Dampaknya pun tergantung dari diri kita sendiri bagaimana untuk menyikapinya. Apalagi dalam hubungannya dengan persaudaraan kita, kita harus mampu menjadikannya sebgai pelajaran untuk menjaga bagaimana suatu hubungan persaudaraan itu akan terjaga tanpa adanya pengaruh dari media massa itu sendiri.
7. Persahabatan
Dalam hal persahabatan tentu ini juga berpengaruh apabila kita mengaitkannya dengan fungsi media massa itu sendiri. Hubungan persahabatan akan berpengaruh dan berdampak baik dan kurang baik jika fungsi media massa ini ada. Adapun pengaruhnya sebenarnya tergantung dari diri kita bagaiman menyikapinya. Persahabatan bagi kita sangat penting. Untuk itu dampak dari fungsi media massa ini bagi persahabatan seharusnya berpengaruh dalam hal yang baik agar tidak merusak dari persahabatan kita sendiri. Kita tentu harus mampu menjaganya demi terwujudnya hubungan persahabatan yang baik. Bukan justru merusaknya, namun harus memberikan perubahan yang positif bagi kelangsungan hubungan persahabatan kita sendiri. Fungsi media massa ini telah memberikan banyak perubahan terhadap diri dalam hubungan persahabatan.
Wajah baru pulau bajo Wakatobi
Masyarakat suku Bajo kerap disebut gipsi laut karena hidupnya berpindah-pindah. Selama mengembara, mereka membangun rumah kayu beratap rumbia atau rumah ”tancap” di atas laut. Hidup tanpa listrik dan alat penerangan pada malam hari merupakan hal yang biasa.
Namun, tak demikian dengan warga yang tinggal di Desa Mola, Kecamatan Wangi-Wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Di tempat ini sulit menyebut warga Bajo sebagai pengembara lagi.
Sebagian warga suku Bajo di Desa Mola tidak lagi hidup di atas laut lepas. Mereka sudah tinggal di dalam rumah berdinding batu bata dan beratap seng. Bahkan, hampir semua memiliki alat hiburan elektronik, seperti televisi, pemutar kaset, dan cakram optik, meski pada malam hari mereka jarang menggunakan listrik.
Sepeda motor juga menjadi alat transportasi mereka selain koli-koli atau sampan kayu kecil yang dimiliki sejak dulu.
Kondisi Kampung Mola yang terbagi menjadi Desa Mola Selatan dan Desa Mola Utara itu sudah mirip kampung di kota-kota besar. Rumah-rumah mereka yang dihuni 532 keluarga dibangun berimpitan lengkap dengan gang-gang sempit. Sejajar dengan jalan-jalan perkampungan terdapat sungai selebar 1,5 meter.
Tidak seperti di kota besar lainnya, sungai di Kampung Mola sangat jernih meski masih ada sedikit sampah. Bagi warga Kampung Mola, sungai-sungai itu adalah jalan raya. Mereka menggunakan sampan untuk menyusuri sungai, baik saat berbelanja, mengambil air bersih, maupun berkunjung ke rumah tetangga.
Apabila berjalan jauh ke dalam perkampungan, hamparan perairan Laut Flores akan terlihat di depan mata. Di atas laut itulah wujud asli kampung suku Bajo mulai tampak. Puluhan rumah tancap dibangun di atas tumpukan batu karang yang disusun selama bertahun-tahun.
Rumah yang satu dengan yang lainnya dihubungkan dengan sebuah jembatan setapak dari kayu. Ada pula rumah tancap yang berdiri tanpa terhubung dengan rumah lainnya sehingga penghuninya harus menggunakan koli-koli jika akan menyeberang ke tetangga.
Kala senja tiba, kegelapan malam pun menyelimuti rumah-rumah tancap tersebut. Meski demikian, warga tidak menyalakan alat penerangan apa pun.
Di tengah kegelapan itu, Sabtu, 19 Juni lalu, sesekali terdengar canda atau teriakan anak kecil. Ketika malam semakin larut, seorang perempuan melantunkan kabanti atau nyanyian suku Bajo.
Alunan syair berirama pelan itu memecah keheningan malam, tetapi mampu menimbulkan suasana tenteram. Kabanti sering dilantunkan kaum ibu agar anak-anak mereka bisa tertidur segera.
Jarang belajar
Tidak dinyalakan lampu penerangan pada malam hari di satu sisi memang membuat anak-anak cepat terlelap tidur. Namun, di sisi lain, mereka menjadi jarang belajar.
Seperti diceritakan Teni (33), salah satu penghuni rumah tancap. Ia mengatakan, anak laki-lakinya yang sedang duduk di bangku kelas I SD biasanya langsung tidur pada malam hari, tak ada istilah belajar malam.
Menurut Kepala Desa Mola Selatan Mustamin, ketidakpedulian masyarakat Bajo terhadap pendidikan merupakan masalah serius. ”Banyak orangtua yang bahkan tidak pernah menyuruh anaknya bersekolah. Bagaimana bisa mengatur suku ini dengan mudah kalau semua tidak berpendidikan,” keluhnya.
Suku Bajo dari Pulau Kaledupa, Wakatobi, ini, kata Mustamin, mulai menempati Kampung Mola akhir tahun 1950-an saat terjadi pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII). ”Saat itu semua warga Bajo mendirikan rumah tancap di sini,” ujarnya.
Dalam tradisi Bajo, setiap rumah tancap dibangun di atas tumpukan batu karang, terutama di bagian sisi depan dan kiri rumah. Selain sebagai fondasi rumah, tumpukan batu karang itu berfungsi untuk menyimpan benda berharga. Semakin kaya si pemilik rumah, semakin banyak batu karang yang ditumpuk.
Mulai tahun 1970-an, seluruh bagian bawah rumah tancap warga Bajo Mola mulai tertutupi batu karang. Tanpa disadari, mereka telah ”mereklamasi” laut dengan batu karang.
”Seluruh Kampung Mola ini tidak berdiri di atas tanah, tetapi batu karang. Dulu tanah ini adalah laut,” kata Mustamin.
Beberapa warga Bajo Mola yang berdagang kopra ke Banyuwangi pulang membawa ilmu membuat rumah dari batu bata. Rumah batu bata pun diminati karena lebih murah dibandingkan dengan rumah tancap dari kayu.
Tanah dari batu karang dan rumah permanen itulah yang mulai mengubah gaya hidup warga Bajo Mola ke arah modernitas. Warga kemudian menggunakan listrik dan bekerja di sektor usaha jasa, tidak lagi sebagai nelayan.
”Beberapa bekerja sebagai pedagang, penjual jasa penyewaan dan pembuatan perahu, bahkan pemilik hotel kelas melati,” cerita Mustamin.
Diinginkan pemerintah
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Wakatobi Hasirun Ady mengatakan, perubahan sosial seperti itu memang diinginkan pemerintah daerah. ”Jika tidak diubah, tekanan terhadap alam sangat besar dan akan merugikan sektor pariwisata,” kata Hasirun.
Dapat dibayangkan, apabila semua warga Bajo berprofesi sebagai nelayan, ekosistem laut di perairan Wakatobi akan terancam. ”Padahal, kekuatan sektor pariwisata Wakatobi terletak pada keindahan terumbu karang dan ekosistem di sekitarnya,” kata Hasirun.
Di Kabupaten Wakatobi yang terdiri atas Pulau Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko, katanya, terdapat lima Kampung Bajo. Pulau Wangi-Wangi dan Tomia masing-masing memiliki satu Kampung Bajo, sedangkan Pulau Kaledupa memiliki tiga Kampung Bajo.
Dari kelima kampung itu, yang mulai terpengaruh budaya modern adalah Kampung Mola dan Lamanggu (Tomia). Sementara Kampung Lohoa di Pulau Kaledupa akan dipertahankan keasliannya sebagai potensi wisata.
Pemerintah Kabupeten Wakatobi juga menyadari bahwa kemajuan dan kesejahteraan warga suku Bajo membawa konsekuensi. Warga suku Bajo mulai terlelap dalam keindahan dan kemudahan modernitas.
Bisa jadi, alunan kabanti di tengah keheningan malam yang menenteramkan hati akan semakin jarang terdengar. (Herpin Dewanto)
Namun, tak demikian dengan warga yang tinggal di Desa Mola, Kecamatan Wangi-Wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Di tempat ini sulit menyebut warga Bajo sebagai pengembara lagi.
Sebagian warga suku Bajo di Desa Mola tidak lagi hidup di atas laut lepas. Mereka sudah tinggal di dalam rumah berdinding batu bata dan beratap seng. Bahkan, hampir semua memiliki alat hiburan elektronik, seperti televisi, pemutar kaset, dan cakram optik, meski pada malam hari mereka jarang menggunakan listrik.
Sepeda motor juga menjadi alat transportasi mereka selain koli-koli atau sampan kayu kecil yang dimiliki sejak dulu.
Kondisi Kampung Mola yang terbagi menjadi Desa Mola Selatan dan Desa Mola Utara itu sudah mirip kampung di kota-kota besar. Rumah-rumah mereka yang dihuni 532 keluarga dibangun berimpitan lengkap dengan gang-gang sempit. Sejajar dengan jalan-jalan perkampungan terdapat sungai selebar 1,5 meter.
Tidak seperti di kota besar lainnya, sungai di Kampung Mola sangat jernih meski masih ada sedikit sampah. Bagi warga Kampung Mola, sungai-sungai itu adalah jalan raya. Mereka menggunakan sampan untuk menyusuri sungai, baik saat berbelanja, mengambil air bersih, maupun berkunjung ke rumah tetangga.
Apabila berjalan jauh ke dalam perkampungan, hamparan perairan Laut Flores akan terlihat di depan mata. Di atas laut itulah wujud asli kampung suku Bajo mulai tampak. Puluhan rumah tancap dibangun di atas tumpukan batu karang yang disusun selama bertahun-tahun.
Rumah yang satu dengan yang lainnya dihubungkan dengan sebuah jembatan setapak dari kayu. Ada pula rumah tancap yang berdiri tanpa terhubung dengan rumah lainnya sehingga penghuninya harus menggunakan koli-koli jika akan menyeberang ke tetangga.
Kala senja tiba, kegelapan malam pun menyelimuti rumah-rumah tancap tersebut. Meski demikian, warga tidak menyalakan alat penerangan apa pun.
Di tengah kegelapan itu, Sabtu, 19 Juni lalu, sesekali terdengar canda atau teriakan anak kecil. Ketika malam semakin larut, seorang perempuan melantunkan kabanti atau nyanyian suku Bajo.
Alunan syair berirama pelan itu memecah keheningan malam, tetapi mampu menimbulkan suasana tenteram. Kabanti sering dilantunkan kaum ibu agar anak-anak mereka bisa tertidur segera.
Jarang belajar
Tidak dinyalakan lampu penerangan pada malam hari di satu sisi memang membuat anak-anak cepat terlelap tidur. Namun, di sisi lain, mereka menjadi jarang belajar.
Seperti diceritakan Teni (33), salah satu penghuni rumah tancap. Ia mengatakan, anak laki-lakinya yang sedang duduk di bangku kelas I SD biasanya langsung tidur pada malam hari, tak ada istilah belajar malam.
Menurut Kepala Desa Mola Selatan Mustamin, ketidakpedulian masyarakat Bajo terhadap pendidikan merupakan masalah serius. ”Banyak orangtua yang bahkan tidak pernah menyuruh anaknya bersekolah. Bagaimana bisa mengatur suku ini dengan mudah kalau semua tidak berpendidikan,” keluhnya.
Suku Bajo dari Pulau Kaledupa, Wakatobi, ini, kata Mustamin, mulai menempati Kampung Mola akhir tahun 1950-an saat terjadi pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII). ”Saat itu semua warga Bajo mendirikan rumah tancap di sini,” ujarnya.
Dalam tradisi Bajo, setiap rumah tancap dibangun di atas tumpukan batu karang, terutama di bagian sisi depan dan kiri rumah. Selain sebagai fondasi rumah, tumpukan batu karang itu berfungsi untuk menyimpan benda berharga. Semakin kaya si pemilik rumah, semakin banyak batu karang yang ditumpuk.
Mulai tahun 1970-an, seluruh bagian bawah rumah tancap warga Bajo Mola mulai tertutupi batu karang. Tanpa disadari, mereka telah ”mereklamasi” laut dengan batu karang.
”Seluruh Kampung Mola ini tidak berdiri di atas tanah, tetapi batu karang. Dulu tanah ini adalah laut,” kata Mustamin.
Beberapa warga Bajo Mola yang berdagang kopra ke Banyuwangi pulang membawa ilmu membuat rumah dari batu bata. Rumah batu bata pun diminati karena lebih murah dibandingkan dengan rumah tancap dari kayu.
Tanah dari batu karang dan rumah permanen itulah yang mulai mengubah gaya hidup warga Bajo Mola ke arah modernitas. Warga kemudian menggunakan listrik dan bekerja di sektor usaha jasa, tidak lagi sebagai nelayan.
”Beberapa bekerja sebagai pedagang, penjual jasa penyewaan dan pembuatan perahu, bahkan pemilik hotel kelas melati,” cerita Mustamin.
Diinginkan pemerintah
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Wakatobi Hasirun Ady mengatakan, perubahan sosial seperti itu memang diinginkan pemerintah daerah. ”Jika tidak diubah, tekanan terhadap alam sangat besar dan akan merugikan sektor pariwisata,” kata Hasirun.
Dapat dibayangkan, apabila semua warga Bajo berprofesi sebagai nelayan, ekosistem laut di perairan Wakatobi akan terancam. ”Padahal, kekuatan sektor pariwisata Wakatobi terletak pada keindahan terumbu karang dan ekosistem di sekitarnya,” kata Hasirun.
Di Kabupaten Wakatobi yang terdiri atas Pulau Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko, katanya, terdapat lima Kampung Bajo. Pulau Wangi-Wangi dan Tomia masing-masing memiliki satu Kampung Bajo, sedangkan Pulau Kaledupa memiliki tiga Kampung Bajo.
Dari kelima kampung itu, yang mulai terpengaruh budaya modern adalah Kampung Mola dan Lamanggu (Tomia). Sementara Kampung Lohoa di Pulau Kaledupa akan dipertahankan keasliannya sebagai potensi wisata.
Pemerintah Kabupeten Wakatobi juga menyadari bahwa kemajuan dan kesejahteraan warga suku Bajo membawa konsekuensi. Warga suku Bajo mulai terlelap dalam keindahan dan kemudahan modernitas.
Bisa jadi, alunan kabanti di tengah keheningan malam yang menenteramkan hati akan semakin jarang terdengar. (Herpin Dewanto)
tips menuju Wakatobi
PESONA bawah laut Wakatobi memang salah satu yang terbaik di dunia. Letak Wakatobi yang masuk dalam wilayah Segitiga Karang Dunia membuat tempat ini menjadi surga bagi para penyelam. Bagaimana tidak, Wakatobi memiliki 750 dari 850 spesies koral, jenis karang yang beragam serta makhluk laut yang sudah sulit ditemukan di daerah lain.
Mewujudkan mimpi menikmati semua keindahan Wakatobi kini tidaklah susah. Transportasi ke Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, tersedia setiap hari. Sementara, di Wangi-wangi, ibukota Wakatobi, telah tersedia angkot, taksi dan ojek. Total biaya yang dibutuhkan pun tak terlalu mahal, hanya dengan 7 jutaan untuk liburan selama 3 hari 2 malam. Anda bisa siap-siap backpacking ke sana.
Untuk ke Wakatobi, Anda bisa memilih menggunakan kapal laut atau pesawat. Menggunakan kapal laut memang lebih murah, namun makan waktu lama, dari Makassar ke Wakatobi saja membutuhkan waktu lebih dari 10 jam. Jadi, memakai pesawat adalah pilihan yang lebih tepat meski mungkin membuat perjalanan Anda tak seperti seorang backpacker.
Saat ini, penerbangan ke Wangi-wangi, ibukota Wakatobi, sudah tersedia setiap hari. Maskapai penerbangan Express air, melayani penerbangan dari Makassar ke Wangi-wangi sekali sehari, berangkat dari Makassar kurang lebih pukul 8.00 WITA. Penerbangan ini menggunakan pesawat kecil bermuatan 30-an orang dan akan transit di Bau-bau.
Penerbangan ke Makassar bisa dilakukan dengan maskapai apa pun. Tapi, usahakan agar bisa tiba beberapa jam sebelum pesawat ke Wakatobi berangkat. Bila ingin aman, akan lebih baik memilih penerbangan dengan maskapai yang sama. Biaya dari Jakarta ke Wangi-wangi dengan Express Air sekitar Rp 1,9 jutaan.
Sampai di Wangi-wangi, anda bisa mulai mencari penginapan dengan menggunakan taksi ataupun ojek. Taksi di Wangi-wangi biasanya tak menggunakan argo, jadi lebih baik survei harga taksi lebih dulu dengan bertanya pada beberapa pihak. Kalau ingin keliling Wangi-wangi, taksi juga bisa disewa sepanjang hari dengan biaya sekitar Rp 250.000.
Untuk kemudahan transportasi, akan lebih baik memilih penginapan di Wangi-wangi. Tak perlu khawatir akan melewatkan wilayah lain, sebab terdapat speedboat ataupun kapal bisa mengantar Anda ke wilayah Wakatobi lain, seperti Hoga, Kaledupa, Tomia dan Binongo.
Ada beragam pilihan penginapan. Paling murah adalah menginap di rumah warga, biayanya sekitar Rp 50.000 per malam. Hotel standar memiliki tarif sekitar Rp 150.000 hingga Rp 300.000 per malam. Jika ingin lebih mewah, biasa memilih resort dengan harga Rp 500.000 sampai Rp 1.500.000 per malam.
Selesai dengan urusan akomodasi, Anda bisa mulai menyiapkan acara inti, menikmati keidahan laut. Seperti di tempat lain, ada dua alternatif, snorkeling dan diving. Bila tak memiliki perlengkapan, anda bisa menyewanya, termasuk menyewa pemandu dan kapal yang akan mengantarkan ke site diving.
Untuk mencari pemandu, paling mudah menghubungi kantor WWF Wakatobi. Mereka memiliki jaringan ke beberapa penduduk yang bisa memandu selam. Ada beberapa yang menawarkan paket pemandu, perlengkapan selam, kapal dan tempat penginapan dengan harga Rp 1.000.000 per orang per hari. Syaratnya, minimal rombongan adalah 4 orang.
Dengan paket itu, Anda sudah bisa menyelam di beberapa tempat terbaik Wakatobi, termasuk Hoga, Waha, Tomia dan tempat lain. Di lokasi selam tertentu, Anda bisa menjumpai ikan napoleon yang ukurannya cukup besar, termasuk kelinci laut, ragam bintang laut dan yang pasti keragaman karang.
Selain diving dan snorkeling, anda juga bisa menikmati atraksi lumba-lumba dengan Dolphin Watching atau melihat panorama matahari terbit dan tenggelam di Hoga, salah satu tempat dengan panorama sunset dan sunrise terbaik. Lahan budidaya rumput laut juga bisa dilihat di tempat-tempat tertentu, terutama sekitar Kaledupa dan Wangi-wangi.
Di malam hari, langit gelap juga menawarkan taburan bintang. Bagi yang menyukai astronomi, Wakatobi juga bisa menjadi salah satu alternatif. Di beberapa wilayah, masih bisa dijumpai kampung Bajo yang berada di tengah lautan, meski jumlah kian sedikit saat ini.
Kalau memang benar-benar ingin mengelilingi Wakatobi, setidaknya butuh waktu seminggu agar cukup puas. Pasalnya, perjalanan satu pulau ke pulau lainnya harus dilakukan dengan speedboat dengan jadwal tertentu yang kadang tak bisa diandalkan. Bisa saja menyewa speedboat khusus, tapi tarifnya mahal.
Untuk wisata kuliner, ada beberapa yang perlu dicoba. Anda bisa mencicipi kasuami, makanan pokok terbuat dari singkong yang diparut, diperas airnya dan dikukus, biasanya dimakan bersama ikan. Ada pula kari ayam Wakatobi serta kue karasi. Yang pasti, beragam seafood dengan mudah dijumpai. Ada warga yang bahkan memakan gurita.
Nah, ayo wujudkan mimpi ke Wakatobi. Nikmati keindahan yang semula hanya ada dalam cerita atau pun film. Bagi yang tak suka atau tak bisa menyelam, tak perlu takut. Aktivitas snorkeling cukup menjanjikan keindahan, pastikan saja pemandu tetap ada di dekat Anda, paling tidak membuat Anda tetap merasa tenang.
Mewujudkan mimpi menikmati semua keindahan Wakatobi kini tidaklah susah. Transportasi ke Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, tersedia setiap hari. Sementara, di Wangi-wangi, ibukota Wakatobi, telah tersedia angkot, taksi dan ojek. Total biaya yang dibutuhkan pun tak terlalu mahal, hanya dengan 7 jutaan untuk liburan selama 3 hari 2 malam. Anda bisa siap-siap backpacking ke sana.
Untuk ke Wakatobi, Anda bisa memilih menggunakan kapal laut atau pesawat. Menggunakan kapal laut memang lebih murah, namun makan waktu lama, dari Makassar ke Wakatobi saja membutuhkan waktu lebih dari 10 jam. Jadi, memakai pesawat adalah pilihan yang lebih tepat meski mungkin membuat perjalanan Anda tak seperti seorang backpacker.
Saat ini, penerbangan ke Wangi-wangi, ibukota Wakatobi, sudah tersedia setiap hari. Maskapai penerbangan Express air, melayani penerbangan dari Makassar ke Wangi-wangi sekali sehari, berangkat dari Makassar kurang lebih pukul 8.00 WITA. Penerbangan ini menggunakan pesawat kecil bermuatan 30-an orang dan akan transit di Bau-bau.
Penerbangan ke Makassar bisa dilakukan dengan maskapai apa pun. Tapi, usahakan agar bisa tiba beberapa jam sebelum pesawat ke Wakatobi berangkat. Bila ingin aman, akan lebih baik memilih penerbangan dengan maskapai yang sama. Biaya dari Jakarta ke Wangi-wangi dengan Express Air sekitar Rp 1,9 jutaan.
Sampai di Wangi-wangi, anda bisa mulai mencari penginapan dengan menggunakan taksi ataupun ojek. Taksi di Wangi-wangi biasanya tak menggunakan argo, jadi lebih baik survei harga taksi lebih dulu dengan bertanya pada beberapa pihak. Kalau ingin keliling Wangi-wangi, taksi juga bisa disewa sepanjang hari dengan biaya sekitar Rp 250.000.
Untuk kemudahan transportasi, akan lebih baik memilih penginapan di Wangi-wangi. Tak perlu khawatir akan melewatkan wilayah lain, sebab terdapat speedboat ataupun kapal bisa mengantar Anda ke wilayah Wakatobi lain, seperti Hoga, Kaledupa, Tomia dan Binongo.
Ada beragam pilihan penginapan. Paling murah adalah menginap di rumah warga, biayanya sekitar Rp 50.000 per malam. Hotel standar memiliki tarif sekitar Rp 150.000 hingga Rp 300.000 per malam. Jika ingin lebih mewah, biasa memilih resort dengan harga Rp 500.000 sampai Rp 1.500.000 per malam.
Selesai dengan urusan akomodasi, Anda bisa mulai menyiapkan acara inti, menikmati keidahan laut. Seperti di tempat lain, ada dua alternatif, snorkeling dan diving. Bila tak memiliki perlengkapan, anda bisa menyewanya, termasuk menyewa pemandu dan kapal yang akan mengantarkan ke site diving.
Untuk mencari pemandu, paling mudah menghubungi kantor WWF Wakatobi. Mereka memiliki jaringan ke beberapa penduduk yang bisa memandu selam. Ada beberapa yang menawarkan paket pemandu, perlengkapan selam, kapal dan tempat penginapan dengan harga Rp 1.000.000 per orang per hari. Syaratnya, minimal rombongan adalah 4 orang.
Dengan paket itu, Anda sudah bisa menyelam di beberapa tempat terbaik Wakatobi, termasuk Hoga, Waha, Tomia dan tempat lain. Di lokasi selam tertentu, Anda bisa menjumpai ikan napoleon yang ukurannya cukup besar, termasuk kelinci laut, ragam bintang laut dan yang pasti keragaman karang.
Selain diving dan snorkeling, anda juga bisa menikmati atraksi lumba-lumba dengan Dolphin Watching atau melihat panorama matahari terbit dan tenggelam di Hoga, salah satu tempat dengan panorama sunset dan sunrise terbaik. Lahan budidaya rumput laut juga bisa dilihat di tempat-tempat tertentu, terutama sekitar Kaledupa dan Wangi-wangi.
Di malam hari, langit gelap juga menawarkan taburan bintang. Bagi yang menyukai astronomi, Wakatobi juga bisa menjadi salah satu alternatif. Di beberapa wilayah, masih bisa dijumpai kampung Bajo yang berada di tengah lautan, meski jumlah kian sedikit saat ini.
Kalau memang benar-benar ingin mengelilingi Wakatobi, setidaknya butuh waktu seminggu agar cukup puas. Pasalnya, perjalanan satu pulau ke pulau lainnya harus dilakukan dengan speedboat dengan jadwal tertentu yang kadang tak bisa diandalkan. Bisa saja menyewa speedboat khusus, tapi tarifnya mahal.
Untuk wisata kuliner, ada beberapa yang perlu dicoba. Anda bisa mencicipi kasuami, makanan pokok terbuat dari singkong yang diparut, diperas airnya dan dikukus, biasanya dimakan bersama ikan. Ada pula kari ayam Wakatobi serta kue karasi. Yang pasti, beragam seafood dengan mudah dijumpai. Ada warga yang bahkan memakan gurita.
Nah, ayo wujudkan mimpi ke Wakatobi. Nikmati keindahan yang semula hanya ada dalam cerita atau pun film. Bagi yang tak suka atau tak bisa menyelam, tak perlu takut. Aktivitas snorkeling cukup menjanjikan keindahan, pastikan saja pemandu tetap ada di dekat Anda, paling tidak membuat Anda tetap merasa tenang.
Langganan:
Postingan (Atom)